بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
nuruldiniindriyani.blogspot.co.id. Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 29 Desember 2013

Contoh Konflik Organisasi


Pada kesempatan ini, disini saya akan memberikan sebuah contoh mengenai konflik yang dapat terjadi dalam sebuah organisasi. Tulisan ini dibuat dalam rangka menyelesaikan tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum1#.

Organisasi sendiri merupakan suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Seiring berjalannya organisasi tersebut sering diwarnai oleh sejumlah masalah yang sering disebut dengan konflik organisasi. Konflik organisasi adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh terhadap pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.

Pada tulisan sebelumnya, saya membuat sebuah tulisan mengenai organisasi yang ingin saya buat. Pada saat itu, di dalam tulisan tersebut saya memaparkan ingin membuat sebuah organisasi yang merupakan wadah yang dapat menampung aspirasi para programer wanita. Selanjutnya, pada tulisan ini saya akan memberikan contoh mengenai sebuah konflik organisasi yang dapat terjadi pada organisasi yang akan saya buat tersebut.

Konflik organisasi yang akan saya jadikan contoh disini adalah megenai konflik antara individu dalam organisasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap individu yang disatukan dalam sebuah organisasi akan memiliki perbedaan. Hal ini dapat menjadi dasar timbulnya sebuah konflik di dalam organisasi.

Contoh kasus konflik organisasi

Pada sebuah organisasi diadakan pemilihan ketua, wakil ketua, dan pengurus yang terdiri dari sekertaris dan bendahara. Terdapat 4 kandidat yang diberi nama Ayu, Bunga, Citra, dan Dewi yang sudah diseleksi terlebih dahulu sebelumnya. Diantara keempat kandidat yang akan menduduki posisi  ketua, wakil ketua, dan pengurus yang terdiri dari sekertaris dan bendahara semua memiliki kelebihan masing-masing, persaingan ketat pun terjadi dalam pemilihan tersebut.

Pemilihan berlangsung secara demokratis, semua anggota organisasi memilih berdasarkan pilihannya masing-masing. Hasil suara terbanyak akan menjadi ketua, selanjutnya hasil suara terbanyak kedua akan menjadi wakil ketua, yang ketiga akan menjadi sekertaris, dan yg memiliki suara paling kecil akan menjadi bendahara.

Setelah pemilihan dan penghitungan suara selesai, didapatkan hasilnya yaitu suara tertinggi dimenangkan oleh Bunga yang berarti bunga akan menjabat sebagai ketua dalam organisasi tersebut. Posisi kedua ditempati oleh Citra, yang mengantarannya menjadi wakil ketua. Ketiga ditempati oleh Ayu yang akan menjadi sekertaris dan posisi terakhir ditempati oleh Dewi, yang berarti ia akan menjadi bendahara dalam organisasi tersebut.

Ternyata Ayu tidak terima dengan hasil pemilihan tersebut. Ia merasa lebih unggul dibandingkan Bunga. Konflik organisasi pun muncul disini, Ayu mengeluarkan statement yang menyatakan bahwa Bunga bertindak curang dan Ayu meminta dilakukannya pengulangan proses pemilihan. Namun, karena kurangnya bukti sehingga pemilihan tidak dapat diulang. Ayu pun geram atas hasil keputusan tersebut dan masih menunjukan sikap tidak terimanya atas hasil tersebut.

Penyelesaian

Dilihat dari kasus diatas yaitu konflik yang terjadi karena tidak terimanya salah satu anggota atas pembagian tugas atau jabatan yang telah ditetapkan, maka seharusnya pihak yang bersangkutan harus melakukan intofeksi diri. Intofeksi mengapa dirinya tidak mendapat apa yang ia capai. Dan melakukan hal yang lebih baik untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Itulah salah satu penyelesaian yang dapat diambil.

Sekian tulisan saya mengenai contoh konflik organisasi. Apabila masih terdapat kekurangan mohon dimaklumi. Terimakasih sudah membaca semoga bermanfaat.


ads

1 komentar:

 
twitter facebook google plus email