بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
nuruldiniindriyani.blogspot.co.id. Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 24 Oktober 2012

CLOUD COMPUTING

                Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi saat ini mengalami perkembangan kearah pencapaian  kemudahan dan kenyamanan luar biasa, sehingga kegiatan sehari-hariyang dianggap tidak mungkin dapat dikerjakan dalam waktu singkat. 

Pengembanganteknologi computasi berbasis internet saat ini lebih diarahkan pada proses aplikasi sistemyang mudah dan tidak memerlukan banyak waktu atau tenaga.


Permasalahan diperoleh dalam pengolahan sistem jaringan. Apabila ada suatu perubahan program aplikasi internet pada server dalam jaringan lokal, datanya harus di-instal ulangatau disesuaikan kembali. 

termasuk pada pemakaian komputer biasa diperlukan sistemoperasi dan program aplikasi. Sistem operasi sangat menentukan program aplikasi.

Kalau pemakai memilih sistem operasi MS Windows misalnya, maka aplikasinya pun harus berbasis Windows. Demikian juga kalau sistemnya berbasis DOS, Linux, Mac,dan sebagainya.
     
              Sekarang konsep teknologi informasi Cloud Computing sedang hangat dibicarakan.Istilah Cloud Computing mulai banyak didengar dan perkembangannya sangat luar  biasa. Disebut-sebut teknologiCloud Computing dapat menghilangkan permasalahanyang dijelaskan diatas. Perusahaan-perusahaan besar di bidang IT pun sekarangmencurahkan perhatiannya ke sana. 

             Apa sebenarnya Cloud Computing itu ? Komputasiawan merupakan istilah bagi dunia TI yang sistemnya hanya disewa. 

Maksudnya, dalam menerapkan teknologi ini, pelanggan diharuskan untuk menyewa beberapa komponenkerja di TI, seperti  server   penyimpanan data hingga data center . Melihat dari tren ini,kita dapatmemprediksi masa depan, standard teknologi akan menjadi lebih sederhanakarena ketersediaan dari banyak cloud service. Seluruh nama besar seperti IBM,Microsoft, Google, dan Apple, saat ini sedang terlibat dalam peperangan untuk menjadi penguasa terbesar terhadap teknologi awan ini.



Definisi Cloud Computing

Sebelum mengulas berbagai hal mengenai could computing ada baiknya kita mengetahui definisi dari could computing itu sendiri. Banyak pihak memberikan definisi cloud computing dengan perbedaan di sana-sini antara lain :
*                Wikipedia mendefinisikan cloud computing sebagai “komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dan data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti jaringan listrik

*                Gartner mendefinisikannya sebagai “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.”


*                Forester mendefinisikannya sebagai “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”

Secara umum could computing dapat disimpulkan sebagai berikut :

Pada dasarnya adalah menggunakan Internet-based service untuk mensupport business process.
Kata-kata “Cloud” sendiri merujuk kepada simbol awan yangdi dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud ).Cloud computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’).

           Cloud /awan merupakan metafora dari internet, sebagaimana awan yang seringdigambarkan di diagram jaringan computer, awan (cloud) dalam Cloud Computing Juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya adalah suatumoda komputasi dimana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatulayanan
(as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalamawan”) tanpa pengetahuan tentangnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadapinfrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut jurnal yang dipublikasikan IEEE, Internet Computing / Cloud Computing 
adalah suatu paradigma dimana informasi secara permanen tersimpan diserver internet dan tersimpan secara sementara di komputer  pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop,
komputer tablet, notebook,handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.

        Cloud Computing  adalah “layanan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan atau diakses oleh pelanggannya melalui jaringan internet”. Komputasiawan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologiterbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadapInternet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, GoogleApps menyediakan aplikasi bisnis umum secara sharing yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.

Cloud Computing adalah sebuah model komputasi / computing, dimana sumber daya seperti processor / computing power, storage, network, dan software menjadi abstrak dan diberikan sebagai layanan di jaringan / internet menggunakan pola akses remote. Model billing dari layanan in umumnya mirip dengan modem layanan publik. Ketersediaan on-demand sesuai kebutuhkan, mudah untuk di kontrol, dinamik dan skalabilitas yang hampir tanpa limit adalah beberapa atribut penting dari cloud computing.
Sebuah setup infrastruktur model cloud computing biasanya di kenali sebagai 'Cloud'. Berikut adalah beberapa kategori layanan yang tersedia dari sebuah 'Cloud' seperti:
• Infrastructure As A Services (IAAS)
• Platform As A Service (PAAS)
• Software As A Service (SAAS)
‘Cloud’ ini biasanya tersedia sebagai layanan kepada siapa saja di Internet. Akan tetapi, varian yang disebut ‘Private Cloud’ semakin populer untuk infrastruktur pribadi / private yang mempunyai atribut seperti 'Cloud’ di atas. Cloud computing berbeda dengan Grid computing atau Paralel Computing, dimana Grid computing dan Paralel computing adalah lebih merupakan sebuah bagian dari prasarana fisik bagi penyediaan konsep Cloud computing.
5 Hal Untuk Menjelaskan Cloud Computing

Apabila anda ditanya mengenai bagaimana mendeskripsikan Cloud Computing dalam 5 atribut, maka atribut-atribut tersebut adalah:
*      Self service
Konsumen dan penyedia layanan dapat mengelola dan penyediaan layanan awan melalui sistem yang otomasi
*      Akses luas
Kemampuan yang tersedia melalui jaringan atau internet dan dapat diakses melalui berbagai perangkat.
*      Semua resource di tempat yang sama
Sumber daya untuk menjalankan program / menyimpan data disatukan sehingga dapat melayani sejumlah besar pelanggan dengan menggunakan sejumlah besar penyelia.
*      Elastis
Melalui otomatisasi, kapasitas sumberdaya cepat dapat diubah-ubah untuk memenuhi peningkatan permintaan, dan juga mampu untuk mengurangi layanan seperti menurunkan permintaan.
*      Menggunakan sistem 'argo'
Sistem cloud secara otomatis mengontrol dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan memanfaatkan kemampuan metering. Penggunaan sumber daya dapat dipantau, dikendalikan dan dihitung.


Karakteristik  Could Computing

Karakteristik Cloud Computing Bahwa tidak semua aplikasi berbasis web dapat dimasukkan ke dalam kategori
cloud computing 
Ada lima kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem untuk bisa dimasukkan dalam keluarga
Cloud Computing 
, yaitu :

1.     Swalayan ( On Demand Self Service)
Seorang pelanggan dimungkinkan untuk secara langsung “memesan” sumber dayayang dibutuhkan, seperti processor time dan kapasitas penyimpanan melalui control panel elektronis yang disediakan. Jadi tidak perlu berinteraksi dengan personilcustomer service jika perlu menambah atau mengurangi sumberdaya komputasi yangdiperlukan.
2.    Akses pita (broadband Network Access)
Layanan yang tersedia terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama untuk dapatdiakses secara memadai melalui jaringan internet, baik menggunakan thin client, thick client ataupun media lain seperti smartphone.
3.    Sumber daya terkelompok (Resource Pooling)
Penyedia layanan cloud, memberikan layanan melalui sumberdaya yangdikelompokkan di satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server  dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi-tenant ini memungkinkansejumlah sumberdaya komputasi tersebut digunakan secara bersama-sama olehsejumlah user, di mana sumberdaya tersebut baik yang berbentuk fisik maupunvirtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna/pelanggansesuai permintaan.
Dengan demikian, pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaanakan sumberdaya komputasinya dipenuhi oleh penyedia layanan. Yang penting, setiap permintaan dapat dipenuhi. Sumberdaya komputasi ini meliputi media penyimpanan,memory, processor, pita jaringan dan mesin virtual.
4.    Elastis (rapid Elasticity)
Kapasitas komputasi yang disediakan dapat secara elastis dan cepat disediakan, baik itu dalam bentuk penambahan ataupun pengurangan kapasitas yang diperlukan. Untuk  pelanggan sendiri, dengan kemampuan ini seolah-olah kapasitas yang tersedia tak terbatas besarnya, dan dapat “dibeli” kapan saja dengan jumlah berapa saja.
5.    Layanan yang terukur (Mesure Service)
Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya,dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiapsumberdaya komputasi yang digunakan (penyimpanan, memory, processor, lebar pita,aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumberdaya yang digunakandapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar  biaya penggunaan layanan.


Sejarah Cloud Computing 

Ide awal dari cloud computing bisa ditarik ke tahun 1960-an, saat John McCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensia buatan, menyampaikan visi bahwa “suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik, seperti halnya listrik dan telepon”. Namun baru di tahun 1995 lah, Larry Ellison, pendiri Oracle , memunculkan ide “Network Computing” sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai desktop computing dengan Windows 95-nya. Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai software, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai software lain, dijejalkan ke dalam PC Desktop mereka. PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap diakses oleh pengguna.
Ide “Network Computing” ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network Computing client sebagai pengganti desktop. Namun akhirnya, gaung Network Computing ini lenyap dengan sendirinya, terutama disebabkan kualitas jaringan komputer yang saat itu masih belum memadai, sehingga akses Network Computing ini menjadi sangat lambat, sehingga orang-orang akhirnya kembali memilih kenyamanan PC Desktop, seiring dengan semakin murahnya harga PC. Tonggak selanjutnya adalah kehadiran konsep ASP (Application Service Provider) di akhir era 90-an. Seiring dengan semakin meningkatnya kualitas jaringan komputer, memungkinkan akses aplikasi menjadi lebih cepat. Hal ini ditangkap sebagai peluang oleh sejumlah pemilik data center untuk menawarkan fasilitasnya sebagai tempat ‘hosting’ aplikasi yang dapat diakses oleh pelanggan melalui jaringan komputer. Dengan demikian pelanggan tidak perlu investasi di perangkat data center. Hanya saja ASP ini masih bersifat “privat”, di mana layanan hanya dikastemisasi khusus untuk satu pelanggan tertentu, sementara aplikasi yang di sediakan waktu itu umumnya masih bersifat client-server. Kehadiran berbagai teknik baru dalam pengembangan perangkat lunak di awal abad 21, terutama di area pemrograman berbasis web disertai peningkatan kapasitas jaringan internet, telah menjadikan situs-situs internet bukan lagi berisi sekedar informasi statik. Tapi sudah mulai mengarah ke aplikasi bisnis yang lebih kompleks.
Dan seperti sudah sedikit disinggung sebelumnya, popularitas Cloud Computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, Marc Benioff ex VP di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan gegap gempita. Dengan misinya yang terkenal yaitu “The End of Software”, Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi bos-nya di Oracle, Larry Elisson, tentang Network Computing menjadi kenyataan satu dekade kemudian. Selanjutnya jargon Cloud Computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya. Semua inisiatif ini masih terus bergerak, dan bentuk Cloud Computing pun masih terus mencari bentuk terbaiknya, baik dari sisi praktis maupun dari sisi akademis. Bahkan dari sisi akademis, jurnal-jurnal yang membahas tentang ini hal ini baru bermunculan di tiga tahun belakangan. Akhirnya seperti yang kita saksikan sekarang, seluruh nama-nama besar terlibat dalam pertarungan menguasai awan ini. Bahkan pabrikan Dell, pernah mencoba mempatenkan istilah “Cloud Computing”, namun ditolak oleh otoritas paten Amerika.
Walaupun di luar negeri perebutan kapling awan ini begitu ingar-bingar, tidak demikian dengan di tanah air Indonesia tercinta ini. Pemain yang benar-benar mencoba masuk di area ini masih sangat sedikit. Salah satu yang cukup serius bermain di area ini adalah PT Telkom, yang setidaknya saat ini sudah menawarkan dua layanan aplikasi berbasis Software as a Service. Salah satunya melalui anak usahanya, Sigma Cipta Caraka, yang menawarkan layanan aplikasi core banking bagi bank kecil-menengah. Kemudian bekerjasama dengan IBM Indonesia dan mitra bisnisnya, PT Codephile, Telkom menawarkan layanan e-Office on Demand untuk kebutuhan kolaborasi/korespondensi di dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Sepinya sambutan dunia teknologi informasi dalam negeri terhadap Cloud Computing ini, mungkin disebabkan beberapa faktor, di antaranya:
1. Penetrasi infrastruktur internet yang bisa dibilang masih terbatas, bandwith masih terbatas;
2. Tingkat kematangan pengguna internet, yang masih menjadikan media internet utamanya sebagai media hiburan atau sosialisasi;
3. Tingginya investasi yang dibutuhkan menyediakan layanan cloud ini, karena harus merupakan kombinasi antara infrastruktur jaringan, hardware dan software sekaligus.

Sehingga saat gelombang besar Cloud Computing ini sampai di sini, tidak hanya pemain asing besar saja yang akan menangguk keuntungan. Tentu saja peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator sangat diperlukan di sini.

Latar  Belakang Munculnya could computing

            Untuk pengguna individual, tentu cukup menyimpan data-datanya di sebuah laptop atau personal computer. Namun bagaimana dengan sebuah perusahaan atau instansi pemerintah yang memiliki ribuan data penting dan membutuhkan media simpan yang lebih besar dan lebih aman, cloud computing atau komputasi awan adalah jawabannya. Teknologi ini dianggap dapat menekan ongkos investasi server raksasa, lebih efektif, transparan, dan efisien dari jumlah sumber daya manusia. Berbondong-bondong perusahaan-perusahaan IT dunia membangun infrastruktur untuk menuju era penyimpanan data yang mutakhir ini. Tidak heran bila kemudian perusahaan besar seperti Microsoft, Apple, Google, dan IBM mengembangkan teknologi ini dengan serius selama satu dekade terakhir.
Teknologi komputasi dan teknik pemrograman baru atau teknik pengembangan berubah dengan cepat, tujuan dalam komputasi awan nampaknya akan membuat teknologi menjadi sangat mudah dimata user dan menjadikannya sesederhana mungkin. Pengembangan berbasis internet sangat pesat saat ini dengan boomingnya blogging dan microblogging serta layanan jejaring sosial yang bertujuan untuk menemukan cara baru membantu individu dan bisnis untuk dapat berkomunikasi satu sama lain di arena cloud computing atau komputasi awan.


Perkembangan Cloud Computing

          Cloud computing saat ini sangat populer, selain dari pemain besar software seperti Microsoft dan Google, perusahaan lain bermunculan hanya untuk menyediakan layanan berbasis awan sebagai pengganti atau penyempurnaan aplikasi pada PC hari ini. Beberapa dari perusahaan tersebut adalah Zoho.com, sebuah office suite online, Evernote.com, merupakan sebuah situs yang ditujukan untuk catatan online , dan RememberTheMilk.com, manajemen tugas online. Email yang tersedia dalam bentuk web mail merupakan contoh yang sangat kecil dari teknologi cloud computing. Dengan menggunakan layanan email seperti Gmail dan Yahoo Mail, orang tidak perlu lagi menggunakan Outlook atau aplikasi desktop lainnya untuk email mereka. Membaca email dengan browser memungkinkan dilakukan di mana saja sepanjang ada koneksi internet.
          Microsoft sebagai perusahaan software terbesar saat ini, melansir “Microsoft Office 365” dan “Windows Azzure” sebagai sistem operasi (OS) berbasis komputasi awan yang digadang-gadang akan menggantikan OS Windows yang ada saat ini. Sementara itu Apple melansir “Mobile Me” untuk pengguna Mac yang disinkronisasikan dengan teknologi Cloud Computing. Sedangkan Google yang sejak 10 tahun silam mengincar pengembangan teknologi ini mulai mengerahkan para penggunanya dalam penerapan sederhana cloud computing melalui layanan “Google Docs” dimana kita dapat memanfaatkan layanan secara online tanpa harus install program. IBM juga telah meluncurkan produk pertamanya di teknologi ini sejak tiga tahun silam yang bernama “LotusLive”. Tidak ketinggalan Hitachi Data System (HDS) sebagai perusahaan data penyimpanan ketiga terbesar di dunia dari Jepang menggarap “Leapdrive.com” sebagai salah satu layanan cloud computing berupa ruang penyimpanan yang diminati publik saat ini.

Kelebihan Cloud Computing

Apa sebenarnya kelebihan dari Cloud Computing, terutama bagi dunia bisnis? Berikut beberapa di antaranya.
*      Tanpa Investasi Awal
Dengan cloud computing, kita dapat menggunakan sebuah layanan tanpa investasi yang signifikan di awal.
Ini sangat penting bagi bisnis, terutama bisnis pemula (startup). Mungkin di awal bisnis, kita hanya perlu layanan CRM untuk 2 pengguna. Kemudian meningkat menjadi 10 pengguna.
Tanpa model cloud computing, maka sejak awal kita sudah harus membeli hardware yang cukup untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud computing, kita cukup membayar sesuai yang kita butuhkan.

*      Mengubah CAPEX menjadi OPEX
Sama seperti kelebihan yang pertama, kelebihan yang kedua masih seputar keuangan.
Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus dilakukan di awal, sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal (Capital Expenditure, atau CAPEX). Sedangkan dengan cloud computing, kita dapat melakukan pengeluaran operasional (Operational Expenditure, atau OPEX).
Jadi, sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon ketika kita cukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat membantu perusahaan secara keuangan.


*      Lentur dan Mudah Dikembangkan
Dengan memanfaatkan Cloud Computing, bisnis kita dapat memanfaatkan TI sesuai kebutuhan. Perhatikan Gambar 2 di bawah untuk melihat beberapa skenario kebutuhan bisnis.
Penggunaan TI secara bisnis biasanya tidak datar-datar saja.
Dalam skenario “Predictable Bursting”, ada periode di mana penggunaan TI meningkat tajam. Contoh mudah adalah aplikasi Human Resource (HR) yang pada akhir bulan selalu meningkat penggunaannya karena mengelola gaji karyawan.
Untuk skenario “Growing Fast”, bisnis meningkat dengan pesat sehingga kapasitas TI juga harus mengikuti.
Contoh skenario “Unpredictable Bursting” adalah ketika sebuah website berita mendapat pengunjung yang melonjak karena ada berita menarik.
Skenario “On and Off” adalah penggunaan TI yang tidak berkelanjutan. Misalnya, sebuah layanan pelaporan pajak, yang hanya digunakan di waktu-waktu tertentu setiap tahun.


Tanpa layanan cloud computing, ke empat skenario ini akan membutuhkan perencanaan TI yang sangat tidak efisien, karena investasi TI harus dilakukan sesuai kapasitas tertinggi, walaupun mungkin hanya terjadi di saat-saat tertentu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kegagalan layanan pada saat “peak time” tersebut.
Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah dikembangkan (elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan pada saat dibutuhkan, dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.

*      Fokus pada Bisnis, bukan TI
Dengan menggunakan Cloud Computing, kita dapat fokus pada bisnis utama perusahaan, dan bukan berkecimpung di dalam pengelolaan TI. Hal ini dapat dilakukan karena pengelolaan TI dilakukan oleh penyedia layanan, dan bukan oleh kita sendiri. Misalnya, melakukan patching, security update, upgrade hardware, upgrade software, maintenance, dan lain-lain.
Apabila kita memiliki tim TI, maka tim tersebut dapat fokus pada layanan TI yang spesifik untuk bisnis kita, sedangkan hal-hal umum sudah ditangani oleh penyedia layanan.

Layanan Cloud Computing

1.Software as a Service (SaaS)

Sebagai konsumen individual, kita sebenarnya sudah akrab dengan layanan cloudcomputing melalui Yahoo Mail, Hotmail, Google Search, Bing, atau MSNMessenger. Contoh lain yang cukup populer adalah Google Docs ataupun MicrosoftOffice Web Applications yang merupakan aplikasi pengolah dokumen berbasisinternet.Di dunia bisnis, kita mungkin familiar dengan SalesForce.com atau Microsoft CRMyang merupakan layanan aplikasi CRM. Di sini, perusahaan tidak perlu setuphardware dan software CRM di server sendiri. Cukup berlangganan SalesForce.commaupun Microsoft CRM, kita bisa menggunakan aplikasi CRM kapan dan dari manasaja melalui internet. Kita tidak perlu melakukan investasi server maupun aplikasi.Kita juga akan selalu mendapat aplikasi terbaru jika terjadi upgrade. Intinya, kita benar-benar hanya tinggal menggunakan aplikasi tersebut. Pembayaran biasanyadilakukan bulanan, dan sesuai jumlah pemakai aplikasi tersebut. Dengan kata lain, pay as you go, pay per use, per seat. Nah, semua layanan ini, dimana suatu aplikasi software tersedia dan bisa langsungdipakai oleh seorang pengguna, termasuk ke dalam kategori Software as a Services(SaaS). Secara sederhana, kita langsung mengkonsumsi layanan aplikasi yangditawarkan.

2.Platform as a Service (PaaS)

Sering terjadi, suatu aplikasi software yang sifatnya package tidak dapat memenuhikebutuhan proses bisnis kita. Demikian pula dengan SaaS, di mana aplikasi yangditawarkan sebagai layanan tidak sesuai dengan proses bisnis kita. Nah, pada skenarioini, kita dapat menggunakan jenis layanan yang disebut Platform as a Service (PaaS).Pada PaaS, kita membuat sendiri aplikasi software yang kita inginkan, termasuk skema database yang diperlukan. Skema itu kemudian kita pasang (deploy) di server - server milik penyedia jada PaaS. Penyedia jasa PaaS sendiri menyediakan layanan berupa platform, mulai dari mengatur server-server mereka secara virtualisasisehingga sudah menjadi cluster sampai menyediakan sistem operasi di atasnya.Alhasil, kita sebagai pengguna hanya perlu memasang aplikasi yang kita buat diatasnya.Jika kita adalah perusahaan pembuat software, PaaS juga memberi alternatif lain.Alih-alih memasang software di server konsumen, kita bisa memasang softwaretersebut di server milik penyedia layanan PaaS, lalu menjualnya ke konsumen dalam bentuk langganan. Dengan kata lain, kita membuat sebuah SaaS.Singkatnya, dengan PaaS, kita membangun aplikasi kita sendiri di atas layanan PaaStersebut.
Adapun contoh vendor penyedia layanan Paas adalah Microsoft Azure danAmazon Web Services.

3.Infrastructure as a Service (IaaS)

Ada kasus ketika konfigurasi yang disediakan oleh penyedia PaaS tidak sesuai dengankeinginan kita. Kita berniat menggunakan aplikasi yang memerlukan konfigurasiserver yang unik dan tidak dapat dipenuhi oleh penyedia PaaS. Untuk keperluanseperti ini, kita dapat menggunakan layanan cloud computing tipe Infrastructure as aService (IaaS).Pada IaaS, penyedia layanan hanya menyediakan sumber daya komputasi seperti prosesor, memori, dan storage yang sudah tervirtualisasi. Akan tetapi, penyedialayanan tidak memasang sistem operasi maupun aplikasi di atasnya. Pemilihan OS,aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berada pada kendali kita.

Jadi, layanan IaaS dapat dilihat sebagai proses migrasi server-server kita dari on- premise ke data center millik penyedia IaaS ini. Para vendor cloud computing lokalrata-rata menyediakan layanan model IaaS ini, dalam bentuk Virtual Private Server.

Kendali dan Tanggung Jawab Layanan
 
Perbedaan SaaS, PaaS dan IaaS dapat dilihat dari sisi kendali atau tanggung jawab yangdilakukan oleh vendor penyedia jasa layanan cloud maupun customer. Pada gambar 3, di jelaskan stack (jenjang) teknologi komputasi dari Networking naik hingga keApplication. Di situ juga dijelaskan sampai di stack mana suatu vendor layanan cloudmemberikan layanannya, dan mulai dari jenjang mana konsumen mulai memegangkendali dan bertanggung jawab penuh pada stack di atasnya.


  

Mulai dari kanan, pada SaaS, seluruh stack merupakan tanggung jawab penyedialayanan cloud. Konsumen benar-benar hanya mengkonsumsi aplikasi yangdisediakan.Pada PaaS, penyedia layanan cloud bertanggung jawab mengelola Networking hingga Runtime. Konsumen memiliki kendali dan bertanggung jawabmembuat aplikasi dan juga skema database-nya.
Pada IaaS, penyedia layanan Cloud bertanggung jawab untuk Networking hinggaVirtualization. Konsumen sudah mulai bertanggung jawab untuk Operating System keatas.Sebagai perbandingan, di gambar juga ditunjukkan arsitektur tradisional on-premise(bukan cloud), alias semua ada di data center kita. Di sini kita bertanggung jawab untuk seluruh stack, dari Networking hingga Application.

Cloud Computing dalam Bahasa Hacker

Server konvensional akan di batasi oleh jumlah core processor, harddisk dan memory. Dengan keterbatasan fisik yang ada maka kita tidak mungkin membebani sebuah server konvensional dengan beban maksimal. Jika resource / sumber daya habis, maka biasanya kita harus menginstall ulang seluruh aplikasi dan data di server yang kapasitasnya lebih besar dan memigrasi semua aplikasi yang ada ke server yang baru. Ini akan membutuhkan waktu 1-2 hari untuk menyiapkan sebuah server baru, itupun kalau tidak ada masalah. Yang menarik dari Cloud Computing berbeda dengan server konvensional terutama:

• Secara fisik berupa kumpulan hardware / server yang tersambung dalam sebuah jaringan
(LAN / WAN). Tetapi dari sisi, pengguna dapat melihat sebagai sebuah komputer besar.
• Idealnya tidak ada batasan dengan kapasitas processor, kapasitas harddisk dan kapasitas
memory.
• Idealnya tidak ada batasan dengan berapa jumlah "hosting" server yang berjalan di belakangnya.
• Menambahkan sebuah "hosting" hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
• Jika ada kekurangan resource (sumber daya), baik itu processor, harddisk maupun memory, kita
Petunjuk Praktis: Cloud Computing 6
dapat dengan mudah sekali menambahkan server tambahan dan langsung dapat berintegrasi ke jaringan cloud. Butuh waktu sekitar 20 menit-an untuk menyiapkan server kosong/ baru untuk
dapat berintegrasi ke jaringan cloud.




Mekanisme Akses Cloud Computing

Mekanisme akses ke cloud computing "mungkin" dapat dijalankan secara beraneka ragam - mulai dariakses standar LAN maupun intranet dengan sedikit aplikasi agen atau klien, sampai kepada akses extranet dan internet melalui browser yang terhubung ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan
cloud computing. Protokol aplikasi yang digunakan pun dapat beragam, tetapi hal ini tidaklah terlalu signifikan bila dilihat dari sisi pengguna akhir (baca : transparan), dimana pengguna akhir cukup mengetahui bagaimana cara mengakses dan mempergunakan jasa layanan yang terdapat pada Cloud computing.

5 Alasan kenapa harus “Cloud Computing”

Cloud computing telah berkembang dalam popularitas selama beberapa tahun terakhir dan perusahan perusahaan pun menyadari ini lebih efisien daripada infrastruktur TI-tradisional. “Cloud” memfasilitasi keamanan data, aksesibilitas mobile dan kelangsungan usaha. Tapi apa yang berikutnya untuk komputasi awan dan apa yang harus Anda cari dalam sebuah perusahaan awan di 2012?
*      Faster Disaster Recovery
Dahulu di perusahan perusahaan harus menggunakan off-site data back-up untuk pulih dari bencana. Dengan sistem awan, perusahaan akan kembali dan berjalan dalam hitungan jam setelah bencana terjadi, karena semua data mereka sudah tersimpan dan diakses “off-site”.
*      More Cloud Based Applications
Ketika bandwidth menjadi lebih murah dan komputasi awan yang semakin meluas, rentang yang lebih besar dari aplikasi awan akan menjadi tersedia. Semakin bertumbuhnya pasar, maka akan semakin banyak pula software software spesial yang dapat diakses via awan, membantu mengurangi biaya perangkat lunak untuk perusahaan berbasis cloud.
*      Better Storage Optimization
Semenjak tagihan layanan awan disesuaikan dengan seberapa besar penyimpanan data yang dibutuhkan, teknik kompresi data yang lebih baik berarti layanan awan lebih murah. Ukuran teknik reduksi data yang lebih efisien berjanji untuk membantu menekan data perusahaan anda sampai sekecil mungkin.
*      Cloud Based Analytics
Banyak perusahaan mengandalkan analisis untuk membuat laporan tertentu, tapi hanya menggunakan bagian dari tahun. Perusahaan awan bisa mulai menawarkan data analisis secara laporan-demi-laporan, bukan ditagih di akhir bulan dengan biaya bulanan. Perusahaan yang meninggalkan analisis mereka menganggur untuk waktu yang lama bisa menyadari penghematan besar dengan membayar sesuai dengan data yang digunakan.
*      Shrinking On-Site IT departments
Whatever your companies IT requirements, there is a cloud-based solution to make your IT infrastructure cheaper and more efficient to run. 2012 looks like it will be the strongest year for cloud computing yet.
Departemen TI On-site akan menyusut seiring dengan support TI yang akan semakin disentralisasikan ke dalam awan. Berkurangnya aplikasi yang dijalankan secara lokal maka berarti berkurangnya personil TI yang dibutuhkan untuk mendukung penggunaan.  Dukungan staf TI akan terbatas pada dukungan hardware dan jaringan infrastruktur.
Apapun kebutuhan perusahaan TI Anda, ada solusi berbasis cloud untuk membuat infrastruktur TI Anda lebih murah dan lebih efisien untuk dijalankan. 2012 tampaknya akan menjadi tahun terkuat untuk komputasi awan.

Sekian yang saya dapatkan dari berbagai sumber di dunia maya, Semoga Bermanfaat :)
Sumber :





 

ads

Ditulis Oleh : Nurul Dini Indriyani Hari: Rabu, Oktober 24, 2012 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar