بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
nuruldiniindriyani.blogspot.co.id. Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 08 November 2012

Pemuda dan Sosialisasi

Sebelum membahas tentang pemuda dan sosialisasi lebih lanjut, ada baiknya kita ketahui definisi dari pemuda dan sosialisasi itu sendiri, karena dengan mengetahui definisi dari pemuda & sosialisasi maka kita akan mudah untuk memahami persoalan ini lebih lanjut.
Pemuda memiliki arti yang luas, berikut adalah pengertian pemuda dari beberapa tokoh :

Princeton mendefinisikan kata pemuda (youth) dalam kamus Webstersnya sebagai the time of life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person”. 

WHO menggolongkan usia 10 – 24 tahun sebagai young people, sedangkan remaja atau adolescence dalam golongan usia 10 -19 tahun. Contoh lain di Canada dimana negara tersebut menerapkan bahwa “after age 24, youth are no longer eligible for adolescent social services

Dalam kaidah bahasa Qurani pemuda atau yang disebut “asy-syabab”didefinisikan dalam ungkapan sifat dan sikap seperti: 

Berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak. Seperti kisah pemuda (Nabi) Ibrahim. “Mereka berkata: ‘Siapakah yang (berani) melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami? Se­sungguhnya dia termasuk orang orang yang zalim, Mereka berkata: ‘Kami dengar ada seorang pemuda yang (berani) mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” (QS.Al­-Anbiya, 21:59-60).

Memiliki standar moralitas (iman), berwawasan, bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dalam dengan perkataan. Seperti tergambar pada kisah Ash-habul Kahfi (para pemuda penghuni gua).Kami ceritakan kisah me­reka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda.pe­muda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambah­kan kepada mereka petunjuk; dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka mengatakan: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, se­sungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran” (QS.18: 13-14).

Seorang yang tidak berputus-asa, pantang mundur sebelum cita-citanya tercapai. Seperti digambarkan pada pribadi pemuda (Nabi) Musa. “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai kepertemuan dua buah lautan; atau aku akan ber­jalan sampai bertahun-tahun” (QS. Al-Kahfi,18 : 60).

Lalu sebenarnya apa yang dimaksud dengan pemuda ?

               Dari beberapa pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemuda identik dengan sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, serta memiliki moralitas. Kelemahan mecolok dari seorang pemuda adalah kontrol diri dalam artian mudah emosional, sedangkan kelebihan pemuda yang paling menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.


               Sedangkan sosialisasi dapat diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli :
 
Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.

Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
 
Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.

Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.


Di dalam masyarakat sendiri mahasiswa dan pemuda memiliki peranan sosial yang cukup penting. Mahasiswa adalah pemuda yang akan meneruskan cita-cita bangsa. Mahasiswa dapat membawa  perubahan, melakukan aksi-aksi turun ke jalan dan gedung pemerintahan untuk menyampaikan aspirasinya. Tetapi terkadang cara yang mereka lakukan kurang produktif  bahkan membawa pengaruh negatif seperti timbulnya kericuhan ketika mereka turun aksi di jalanan. Mahasiswa sebagai pemuda harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengambil peran dalam proses pembangunan untuk kemajuan bangsa kita di masa depan. Estafet kepemimpinan di semua lapisan, baik di lingkungan supra struktur negara maupun di lingkup infra struktur masyarakat, terbuka luas untuk kaum muda Indonesia masa kini.

 Mahasiswa mempunyai peran penting dalam membangun perubahan  bangsa ini. Tri Dharma Perguruan Tinggi; Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat mempunyai peran strategis dalam memperdayakan masyarakat.Melalui pendidikan mahasiswa dapat memajukan masyarakat dan mencerdaskan anak bangsanya. Tentunya hal ini sudah menjadi tugas penting dari setiap mahasiswa,karena fungsi mahasiswa adalah peran pentingnya di dunia pendidikan agar memajukan pendidikan di Indonesia

 Penelitian dijadikan jalan bagi mahasiswa untuk menemukan daya cipta dan  inovasi-inovasi baru bagi kemajuan masyarakat Mahasiswa harus menguasai basis keilmuan yang ia pelajari di perguruan tinggi, sehingga mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang mereka dapat di perguruan tinggi untuk kemajuan masyarakat.





              Pemuda sebagai generasi muda juga memiliki lima karakteristik yang berpengaruh pada aktifitasnya, yakni :

Yang pertama, generasi muda kerap kali memiliki mental yang tidak berorientasi pada mutu. Kecenderungan tersebut diperkuat dengan keinginan untuk mencoba sesuatu tanpa berupaya untuk mendapatkan hasil yang setimpal dengan aktivitas yang dilakukan. Mentalitas ini secara umum membentuk karakteristik generasi muda yang sekedar menampilkan figure keberanian semata tanpa memperhitungkan akibatnya.

Kedua, generasi muda cenderung memiliki karakteristik suka menerabas; hantam kromo, dan cenderung berani tanpa memperhitungkan baik dan buruknya. Karakteristik ini bersesuaian dengan sikap berani yang cenderung mengarah pada kenekatan. Meski begitu, secara positif, sikap ini memberikan kekuatan mentalitas bagi generasi muda untuk mengambil posisi memimpin dalam situasi yang secara normal sulit dilakukan oleh masyarakat umum.

Ketiga, karena secara psikologis masih labil, generasi muda cenderung memiliki karakter yang tidak percaya diri, mudah putus asa, minder dan cenderung berupaya menghindari masalah. Di sisi lain sikap tersebut juga mengancam eksistensi kepemimpinan generasi muda karena karakterstik tersebut.

Keempat, generasi muda juga cenderung kurang memiliki sikap disiplin, sulit di atur dan cenderung anti kemapanan. Karakteristik ini menjadi basis bagi generasi muda untuk menampilkan eksistensinya dan melawan atau setidaknya tidak mengikuti aturan yang ada.

Karakteristik yang kelima ditegaskan dengan kurangnya generasi muda pada tanggung jawab yang diembannya. Pada konteks tertentu, sikap ini diikuti oleh aktifitas negative. Namun di sisi lain tidak sedikit ekses dari sikap kurang bertanggung jawab ini berbuah positif.


Dilihat dari karakteristik diatas dapat diketahui masalah yang dapat  ditimbulkan oleh generasi muda saat ini, diantaranya sebagai berikut :
    1)  Praktik dan prilaku menyimpang dari norma-norma Pancasila ini makin menguat, sikap intoleransi menjadi pemandangan yang kerap kali kita lihat. 2)  pergaulan bebas dan penyalahgunaan Narkoba memosisikan generasi muda pada posisi sebagai bagian dari permasalahan. Di mana secara harfiah generasi muda justru menjadi penyakit masyarakat. 3) Kriminalitas dan Premanisme. Gank motor yang melakukan aktivitas criminal membuat pencitraan generasi muda tidak cukup baik di mata masyarakat. Belum lagi kelompok-kelompok pemuda yang mengatasnamakan etnis tertentu dan tawuran antar kampong menjadi pemberitaan sehari-hari. 4) tidak peduli pada lingkungan sekitar. Sikap individualistis dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar adalah bagian yang tidak terpisahkan dari permasalahan generasi muda. 5) sikap konsumerisme yang menghamba pada materi dan penampilan semata.

Peninkatan potensi generasi muda sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya sebagai berikut : Melalui peningkatan iman dan takwa, peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, penyelenggaraan pendidikan bela negara dan ketahanan nasional, peneguhan kemandirian ekonomi pemuda, peningkatan kualitas jasmani, seni, dan budaya pemuda, dan/atau penyelenggaraan penelitian dan pendampingan kegiatan kepemudaan, kompetisi dan apresiasi pemuda, peningkatan dan perluasan memperoleh peluang kerja sesuai potensi dan keahlian yang dimiliki, dan pemberian kesempatan yang sama untuk berekspresi, beraktivitas, dan berorganisasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. peningkatan kapasitas dan kompetensi pemuda, pendampingan pemuda, perluasan kesempatan memperoleh dan meningkatkan pendidikan serta keterampilan, dan penyiapan kader pemuda dalam menjalankan fungsi advokasi dan mediasi yang dibutuhkan lingkungannya.

Pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.sedangkan perguruan tinggi sendiri dapat diartikan  sebagai satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.

Pendidikan sangat penting kita dapatkan, bukan hanya pada jenjang sekolah menengah, tetapi sebaiknya dilanjutkan ke tingkat perguruan tinggi, karena pendidikan dapat mempengaruhi pola pikir seorang pemuda, semakin tinggi pendidikan yang  ia dapatkan maka semakin berkualitas pula potensi yang dimilikinya, pemuda sebagai generasi penerus sudah sepantasnya mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi untuk memperjuangkan kemajuan bangsa dan negaranya.

Sumber :
 

  


 


ads

Ditulis Oleh : Nurul Dini Indriyani Hari: Kamis, November 08, 2012 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar