بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
nuruldiniindriyani.blogspot.co.id. Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 12 November 2013

Macam-Macam, Tujuan, Struktur, dan Proses Organisasi

  

Organisasi ada bermacam-macam, diantaranya ada PT, CV, FIRMA, KOPERASI, dan JOINT VENTURE. Namun pada kesempatan kali ini saya akan mengulas mengenai sebuah PT. Yaitu PT. BPR BHAKTI DAYA EKONOMI. Untuk lebih jelasnya mengenai PT tersebut adalah sebagai berikut.

SEJARAH PT.BPR BHAKTI DAYA EKONOMI


Rintisan awal pendirian perusahaan ini telah dimulai pada tahun 1969 oleh beberapa orang tokoh lokal yang memiliki kepedulian tinggi terhadap rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar Pakem akibat merajalelanya praktik rentenir. Para tokoh tersebut kemudian membentuk “Panitia Tujuh” sebagai langkah awal untuk melakukan konsolidasi dan persiapan pendirian bank. Baru pada tahun 1970 tepatnya pada tanggal 2 April 1970, di hadapan Pembantu Notaris Mohammad Purwodidjojo dan berdasarkan Akte Notaris Nomor 2, PT. BANK MADYA BHAKTI DAJA EKONOMI secara resmi didirikan dan mulai beroperasi dengan pimpinan Drs. J. Soekidjo Dwidjosiswojo yang saat itu menjabat Kepsek SMEA Negeri Pakem sebagai Direktur, dan R. S. Subijat Prodjohatmodjo sebagai Komisaris Utama.


Kepemimpinan Drs. J. Soekidjo Dwidjosiswojo berakhir pada tahun 1974. Sejak itu, PT. BANK MADYA BHAKTI DAJA EKONOMI dipimpin oleh S. Soejanto, SH, seorang profesional muda perbankan yang sebelumnya menjadi Kuasa Operasi di Bank Sinta Daya Kalasan Yogyakarta. Era awal kepemimpinan S. Soejanto, SH merupakan momentum penting kelangsungan operasi PT. BANK MADYA BHAKTI DAJA EKONOMI. Bersama P. Surandi Puspohatmodjo, seorang bankir berpengalaman, S. Soejanto, SH tidak saja berhasil menyelamatkan PT. BPR BHAKTI DAYA EKONOMI dari kebuntuan operasi, namun juga sukses meletakan landasan yang kuat bagi kelanjutan operasional perusahaan ini.

Tahun 1976, PT. BANK DESA BHAKTI DAYA EKONOMI mendapatkan izin operasi berdasarkan Izin Menteri Keuangan, Direktorat Jenderal Moneter, Nomor: S.Ket-071/DJM/III.3/1/1976 tertanggal 10 Februari 1976. Pengesahan sebagai Perseroan Terbatas didasarkan pada SK. Menteri Kehakiman RI Nomor: Y.A. 5/286/12 tertanggal 20 Mei 1976, yang diumumkan dalam berita Negara RI Nomor 407 tanggal 1 Juni 1976. Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir telah diaktekan melalui Akte No. 11 tanggal 21 April 2003 yang dibuat oleh Notaris Tri Agus Heryono, Sarjana Hukum, Notaris di Sleman.

Era kepemimpinan S. Soejanto, SH, MM. berakhir pada tahun 2007 yang digantikan oleh Tribowo, SE, MM. Saat ini, di bawah kepemimpinan Tribowo, SE, MM., PT. BPR BHAKTI DAYA EKONOMI memasuki fase penguatan eksistensi. Bersama A. Tony Prasetiantono, Ph.D dan FX. Rukmo Hartono, SE. yang menjabat Dewan Komisaris, perusahaan ini semakin dikukuhkan keberadaannya menjadi perusahaan perbankan yang sehat, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima.


Tujuan

PT. BPR BHAKTI DAYA EKONOMI (BPR BDE) didirikan tahun 1970 di Pakem Sleman Yogyakarta. Berpengalaman selama 40 tahun, telah menjadikan BPR BDE sebagai BPR swasta terbesar di Yogyakarta. BPR BDE juga dikenal sebagai salah satu BPR pelopor dan perintis dalam program pemberdayaan pelaku usaha skala mikro, kecil dan menengah. Melalui beragam produk layanan perbankan yang inovatif, didukung SDM handal dan sistem operasional berbasis teknologi informasi, BPR BDE kini sedang berkembang sangat progresif melayani kebutuhan jasa perbankan masyarakat Yogyakarta.

Di bawah pengelolaan pengurus dan manajemen baru, BPR BDE mengalami perubahan mendasar, tidak saja pada perspektif tata kelola perusahaan, lebih dari itu visi-misi sekaligus filosofi perusahaan juga berubah. Manajemen telah berhasil mengubah citra lama BPR BDE sebagai “BPR Panutan” yang berkonotasi feodalisme, menjadi BPR BDE baru yang lebih visible dan mengedepankan prinsip-prinsip kemitraan dan kesejajaran. “Menjadi bank pilihan yang berdaya saing global, kokoh dan terpercaya” yang kini menjadi visi BPR BDE adalah kristalisasi spirit dan optimisme seluruh sumberdaya di BPR BDE dalam menyikapi dinamika industri perbankan yang progresif. Atas dasar itu pula tagline BPR BDE kini berubah menjadi lebih customer service oriented yakni “memberi yang terbaik”. Hasilnya, kinerja BPR BDE setidaknya dalam tiga tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Salah satunya adalah aset total BPR BDE per Desember 2009 yang telah tumbuh 234 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2006.


Visi

"Menjadi Bank pilihan yang berdaya saing global, kokoh, dan terpercaya."

Misi
"Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang didukung oleh organisasi, manajemen dan SDM yang Profesional, Tangguh dan Terpercaya"



Struktur Organisasi


DR. SRI ADHININGSIH
Komisaris Utama
Lahir di Solo tahun 1960. Setelah menyelesaikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gajah Mada Yogyakarta, beliau aktif sebagai dosen sampai sekarang. Gelar Master of Science (MSc) dari University of Illinois Amerika berhasil diraih pada tahun 1989. Kemudian pada tahun 1996 gelar Doktor bidang ekonomi berhasil diraih di universitas yang sama. Sebelum menjabat Komisaris Utama di BPR BDE, beliau juga pernah diangkat menjadi Komisaris PT Bank Danamon Indonesia Tbk., Kepala Pusat Studi Ekonomi Asia Pasifik UGM, Tim Ahli Panitia Ad hoc Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan Tim Ahli penyiapan materi GBHN bidang Wanhankamnas.

FX RUXMO HARTONO, SE.
Komisaris
Lahir di Pakem Yogyakarta tahun 1945. Setelah menyelesaikan Sarjana Ekonomi di Universitas Jayabaya Jakarta tahun 1985, beliau aktif sebagai praktisi perbankan di Jakarta. Selain menjabat Komisaris di BPR BDE, beliau juga aktif pada berbagai asosiasi profesi di Tanah Air. Tidak hanya itu, beliau juga dikenal sebagai salah seorang pengamat dan konsultan perbankan.

TRIBOWO, SE., MM.
Direktur Utama
Lahir di Magelang tahun 1957. Menempuh suti ekonomi pada AMP YKPN (1999) dan STIE Widya Wiwaha Yogyakarta (2001), kemudian menyelesaikan Magister Manajemen (MM) di Universitas Islam Inddonesia (UII) pada tahun 2003. Selain itu, beliau juga telah lulus Sertifikasi Direktur BPR (Certif) pada tahun 2005. Pegalaman dalam bidang Micro Finance ditempa sejak mengawali karir di BPR BDE sebagai Pelaksana Kredit (1981), menjadi wakil direktur (1996), kemudian menjadi Direktur sejak tahun 1998, dan Direktur Utama pada tahun 2007. Selain aktif dalam organisasi asosiasi BPR, saat ini beliau juga menjabat Ketua Lembaga APEX Bank BPR DIY periode 2006-2011.

PURWANTO, SE.
Direktur
Lahir di Sleman tahun 1970. Menempuh studi ekonomi pada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (1999) dan lulus Sertifikasi Direktur BPR (Certif) pada tahun 2005. Pengalaman dalam dunia perbankan ditekuninya sejak tahun 2004 sebagai Unit Manajer DSP Pakem. Bergabung dengan BPR BDE sejak tahun 1990 sampai sekarang. Sebelum menjabat Direktur BPR BDE, beliau juga pernah menjadi Pimpinan Cabang BPR BDE cabang Gejayan dan Direktur sebuah BPR di DIY.




Proses Organisasi



Saat ini, BPR BDE didukung oleh 84 orang sumberdaya manusia yang qualified dan memiliki kompetensi secara profesional. Selain berlatar belakang pendidikan formal yang memadai sesuai bidangnya, seluruh sumberdaya manusia yang ada secara periodik dan terstruktur juga mengikuti program pendidikan dan pelatihan keahlian khusus yang membekali mereka dengan skill, wawasan, dan keahlian spesifik dalam bidang perbankan. Karyawan BPR BDE juga diberikan kesempatan untuk mengikuti program pengembangan dan kelanjutan studi. Seluruh program pengembangan SDM diarahkan pada upaya peningkatan kinerja perusahaan dan kualitas layanan yang semakin baik.

Sepanjang 2009 lalu, strategi pengembangan BPR BDE diarahkan fokus pada peningkatan kualitas layanan dan operasional, dengan selalu menyelaraskan dengan karakteristik BPR sebagai community bank. Pembukaan kantor cabang baru adalah salah satu kebijakan yang telah dimulai sejak 2008 untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus perluasan jaringan pasar. Tahun 2009 lalu BPR BDE kembali membuka pusat layanan baru yaitu Kantor Cabang Medari, setelah 2008 lalu telah dilakukan peningkatan status atas kantor kas Gejayan menjadi kantor cabang yang pertama. Tahun 2010 ini, upaya meningkatkan daya saing perusahaan melalui perluasan jaringan ini telah kembali dilakukan. pada bulan April 2010 lalu telah kembali diresmikan pembukaan kantor Cabang Kota Yogyakarta, yang berkedudukan di pusat kota Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta.
  


Sumber :

 

ads

0 komentar:

Poskan Komentar