بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
nuruldiniindriyani.blogspot.co.id. Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 11 Januari 2013

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan

1. Ilmu Pengetahuan

Pengertian Ilmu Pengetahuan


Ilmu pengetahuan adalah sebuah sarana atau definisi tentang alam semesta yang diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa dimengerti oleh manusia sebagai usaha untuk mengetahui dan mengingat tentang sesuatu. 


Ada bermacam-macam pengertian ilmu, diantaranya sebagai berikut :

  • Ilmu adalah panduan atau petunjuk yang diberikan oleh tuhan kepada manusia sebagai bekal untuk menjadi khalifah  dalam mengelola dunia, ibarat ketika kita membeli suatu barang elektronik. Maka, dibekali buku panduan oleh produsennya untuk dipelajari sehingga dapat menemukan cara terbaik dalam menggunakan, merawat, dan memperbaiki barang elektronik tersebut.


  • Ilmu adalah cahaya sebagai penerang langkah kehidupan serta bekal untuk mengenal tuhan.


  • Ilmu merupakan alat untuk membedakan antaa orang yang mengetahui dengan tidak mengetahui.


  • Tuhan akan meninggikan derajat orang-orang berilmu apabila mengamalkan ilmunya. Derajat orang berilmu yang bermanfaat itu lebih tinggi dari ahli ibadah.


  • Dan yang terakhir, Ilmu jauh lebih baik daripada harta.


        Ilmu dapat bersumber dari  kabar yang dipercaya, Indera lahir maupun batin, Akal berupa nalar maupun intelektual, dan intuisi.

Ilmu yang kita ketahui dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu ilmu abadi dan ilmu yang dicari. Ilmu abadi yaitu pengetahuan yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia dalam bentuk Kitab Suci Al - Quran dan Hadist yang disampaikan kepada manusia melalui perantara Rasul sebagai utusan Tuhan, ilmu jenis ini merupakan suatu bentuk  yang sudah pasti benar dan tidak berubah serta dapat dibuktikan dalam situasi dan kondisi dari zaman apapun. Sedangkan ilmu yang dicari merupakan pengetahuan yang didapat oleh amnusia sebagai hasil dari usaha mencari suatu definisi alam semesta, ilmu jenis ini dapat berubah entah itu bertambah maupun berkurang sesuai dengan hasil riset penemuan manusia sebagai makhluk yang dibekali akal. 

               Sebuah ilmu bisa dianggap benar dimasa lalu namun bisa jadi sudah tidak cocok dimasa depan ketika ditemukan teori baru dari sebuah penelitian.



  Bila ada istilah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela maka ilmu juga bisa diatikan sebagai penerang dunia. Karena ibarat hidup tanpa ilmu maka kita akan hidup dalam sebuah kegelapan yang tanpa  berujung. Oleh karena itu penting bagi kita untuk selalu mencari dan memperdalam ilmu supaya kita bisa mengikuti perkembangan jaman tanpa dihantui rasa ketakutan karena kedangkalan ilmu yang kita miliki. 

Berikut ini adalah pengertian dan definisi ilmu menurut beberapa ahli :


M. IZUDDIN TAUFIQ

Ilmu adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya

THOMAS KUHN
Ilmu adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, bail dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya

Dr. MAURICE BUCAILLE
Ilmu adalah kunci untuk mengungkapkan segala hal, baik dalam jangka waktu yang lama maupun sebentar.

 NS. ASMADI
Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah)

 POESPOPRODJO
Ilmu adalah proses perbaikan diri secara bersinambungan yang meliputi perkembangan teori dan uji empiris

MINTO RAHAYU
Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum, sedangkan pengetahuan adalah pengalaman yang bersifat pribadi/kelompok dan belum disusun secara sistematis karena belum dicoba dan diuji


POPPER
ilmu adalah tetap dalam keseluruhan dan hanya mungkin direorganisasi.

DR. H. M. GADE
Ilmu adalah falsafah. yaitu hasil pemikiran tentang batas-batas kemungkinan pengetahuan manusia

FRANCIS BACON
Ilmu adalah satu-satunya pengetahuan yang valid dan hanya fakta-fakta yang dapat menjadi objek pengetahuan

CHARLES SINGER
Ilmu adalah suatu proses yang membuat pengetahuan (science is the process which makes knowledge)







  
Empat Hal Sikap Ilmiah 



           Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :

  1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
  2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
  3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
  4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.

         Diederich secara lebih rinci mengidentifikasikan 19 komponen sikap ilmiah sebagai berikut :

  1. Selalu meragukan sesuatu.
  2. Percaya akan kemungkinan penyelesaian masalah.
  3. Selalu menginginkan adanya verifikasi eksprimental.
  4. T e k u n.
  5. Suka pada sesuatu yang baru.
  6. Mudah mengubah pendapat atau opini.
  7. Loyal etrhadap kebenaran.
  8. Objektif
  9. Enggan mempercayai takhyul.
  10. Menyukai penjelasan ilmiah.
  11. Selalu berusaha melengkapi penegathuan yang dimilikinya.
  12. Tidak tergesa-gesa mengambil keputusan.
  13. Dapat membedakan antara hipotesis dan solusi.
  14. Menyadari perlunya asumsi.
  15. Pendapatnya bersifat fundamental.
  16. Menghargai struktur teoritis
  17. Menghargai kuantifikasi
  18. Dapat menerima penegrtian kebolehjadian dan,
  19. Dapat menerima pengertian generalisasi
  2. Teknologi
 Pengertian Teknologi



Pengertian Teknologi sebenarnya berasal dari kata Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“ yang dapat diartikan dengan ”Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa benda atau konsep, pembatasan cara yaitu secara rasional adalah penting sekali dipahami disini sedemikian pembuatan atau pewujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetisi).


Teknologi dalam arti ini dapat diketahui melalui barang-barang, benda-benda, atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan dan menggampangkan realisasi hidupnya di dalam dunia. Hal mana juga memperlihatkan tentang wujud dari karya cipta dan karya seni (Yunani techne) manusia selaku homo technicus. Dari sini muncullah istilah “teknologi”, yang berarti ilmu yang mempelajari tentang “techne” manusia. Tetapi pemahaman seperti itu baru memperlihatkan satu segi saja dari kandungan kata “teknologi”. Teknologi sebenarnya lebih dari sekedar penciptaan barang, benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo faber. Teknologi bahkan telah menjadi suatu sistem atau struktur dalam eksistensi manusia di dalam dunia. 

Teknologi bukan lagi sekedar sebagai suatu hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, tetapi ia bahkan telah menjadi suatu “daya pencipta” yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu komunitas manusia yang lain.


Teknologi juga penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang. Teknologi merupakan Aplikasi ilmu dan engineering untuk mengembangkan mesin dan prosedur agar memperluas dan memperbaiki kondisi manusia atau paling tidak memperbaiki efisiensi manusia pada beberapa aspek.


Teknologi diartikan sebagai ilmu terapan dari rekayasa yang diwujudkan dalam bentuk karya cipta manusia yang didasarkan pada prinsip ilmu pengetahuan. Berikut ini adalah pengertian teknologi menurut beberapa ahli. Diantaranya sebagai berikut :


Menurut Prayitno dalam Ilyas (2001)

 Teknologi adalah seluruh perangkat ide, metode, teknik benda-benda material yang digunakan dalam waktu dan tempat tertentu maupun untuk memenuhi kebutuhan manusia. 


Mardikanto (1993)

Teknologi adalah suatu perilaku produk, informasi dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong terjadinya perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.


Soeharjo dan Patong (1984) dalam Wasono (2008)

Menguraikan makna teknologi dalam tiga wujud yaitu cara lebih baik, pemakai peralatan baru dan penambahan input pada usahatani. Teknologi hendaknya memiliki syarat syarat diantaranya teknologi baru hendaknya lebih unggul dari sebelumnya , mudah digunakan dan tidak memberikan resiko yang besar jika diterapkan.


Mosher (1985)

Teknologi merupakan salah satu syarat mutlak pembangunan pertanian. 

Menurut Fadholi (1991)
Untuk mengintroduksi suatu teknologi baru pada suatu usahatani ada empat faktor yang perlu diperhatikan yang pertama secara teknis dapat dilaksanakan. Kedua, secara ekonomi menguntungkan. Yang ketiga secara sosial dapat diterima dan yang terakhir adalah sesuai dengan peraturan pemerintah.
 
Mardikanto (1993)
Suatu teknologi atau ide baru akan diterima oleh petani jika memberi keuntungan ekonomi bila teknologi tersebut diterapkan (profitability); teknologi tersebut sesuai dengan lingkungan budaya setempat (cultural compatibility);  kesesuai dengan lingkungan fisik (physical compatibility); teknologi tersebut memiliki kemudahan jika diterapkan; penghematan tenaga kerja dan waktu dan  tidak memerlukan biaya yang besar jika teknologi tersebut diterapkan. 

                Dari beberapa pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa teknologi adalah hal-hal yang baru yang belum diketahui, diterima dan digunakan banyak orang dalam suatu lokasi tertentu baik berupa ide maupun berupa benda atau barang. Suatu teknologi dapat diterima oleh masyarakat khususnya petani jika teknologi tersebut memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 
(1) segi teknis mudah digunakan,
(2) segi ekonomi dapat memberi keuntungan, dan 
(3) segi sosial budaya dapat diterima serta tidak bertentangan  dengan norma-norma yang ada/berlaku.

Ciri-ciri fenomena Teknik Pada Masyarakat

           Fenomena teknik pada masyarakat teknik, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :

1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.


Ciri-ciri Teknologi Barat



Ada beberapa ciri-ciri Teknologi Barat diantaranya yaitu serba intensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja, dll. Kemudian dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat ketergantungan. Selain itu, Kosmologi atau pandangan teknologi barat menganggap dirinya sebagai pusat fereri, waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier.

3. Ilmu pengetahuan, Teknologi, dan Nilai

            Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini besar perhatiannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penerapan ilmu pengetahuan khususnya teknologi sering kurangmemperhatikan masalah nilai, moral atau segi-segi manusiawinya.Perdebatan sengit dalam menduduk perkarakan nilai dalam kaitannya dengan ilmu teknologi. Sehingga kecenderungan sekarang ada dua pemikiran,      yaitu : 1. Yang menyatakan ilmu bebas nilai. 2. Yang menyatakan ilmu tidak bebas nilai

 Pengertian Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Nilai

         Ilmu Pengetahuan adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum sebab-akibat dalam suatu golongan masalah untuk mengenali kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya.
         Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya untuk mempermudah pekerjaan manusia. 

          Sedangkan nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukan kualitas dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai, berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.

Pengertian Kemiskinan

               Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan,pakaian,tempat berlindung,dan air minum,hal ini berhubungan eratdengan kualitas hidup.Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan kehormatan yang layak sebagai warga Negara.Kemiskinan merupakan masalah global.

Ciri-Ciri  Manusia Yang Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

       Manusia yang hidup di bawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  •   Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, keterampilan, materi.
  •  Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan kemampuan sendiri seperti modal untuk usaha.
  •    Tingkat pendidikan yang rendah
  •    Umumnya tinggal di pedesaan sebagai pekerja bebas atau berusaha apa saja, sesuai dengan peluang yang datang
  •   Banyak yang hidup di perkotaan, namun tidak memiliki keterampilan.

Fungsi Kemiskinan

         Kemiskinan menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tak terhormat, berat, berbahaya, namun dibayar murah. Orang miskin dibutuhkan untuk membersihkan got-got yang mampet, membuang sampah, menaiki gedung tinggi, bekerja di pertambangan yang tanahnya mudah runtuh, jaga malam. Bayangkan apa yang terjadi bila orang miskin tidak ada. Sampah bertumpuk, rumah dan pekarangan kotor, pembangunan terbengkalai, Banyak kegiatan ekonomi yang melibatkan pekerjaan kotor dan berbahaya yang memerlukan kehadiran orang miskin.

  
       Kemiskinan memperpanjang nilai guna barang atau jasa.  Baju bekas yang tidak layak pakai dapat dijual (diinfakan) kepada orang miskin, termasuk buah-buahan yang hampir busuk, sayuran yang tidak laku, dan lain sebagainya. Semuanyan menjadi bermanfaat ( atau dimanfaatkan ) untuk orang miskin.

       Kemiskinan memsubsidi berbagai kegiaatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya, pegawai-pegawai kecil, Karena dibayar murah, mengurangi biaya produksi dan akibatnya melipatkandakan keuntungan. Petani tidak boleh menaikan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.

        Kemiskinan menyediakan lapangan kerja. Karena ada orang miskin, lahirlah pekerjaan tukang kedit, aktivis-aktivis LSM yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional, dan pastinya denagn berbagai kegiatan yang dikelola oleh departmen sosial. Tidak ada komoditas yag paling laku dijual oleh Negara Dunia Ketiga di pasar internasional selian kemiskinan. 

          Memperteguh status sosial orang kaya.
 
          Bermanfaat untuk jadi tumbal pembangunan. Supaya tidak menganggu ketertiban dan keindahan kota, pedagang kakilima bila mengganggu lalulintas ditertibkan (ditangkap, dagangannya diambil, dan kerugiannnya tidak diganti).


Sumber :




http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2060372-pengertian-teknologi-menurut-para-ahli/#ixzz2IFfKqfed 




http://id.scribd.com/doc/43052631/Ilmu-Pengetahuan-Teknologi-Dan-Kemiskinan  








Nama : Nurul Dini Indriyani
Npm  : 15112529
Kelas :1KA27






ads

Ditulis Oleh : Nurul Dini Indriyani Hari: Jumat, Januari 11, 2013 Kategori:

1 komentar: