بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
nuruldiniindriyani.blogspot.co.id. Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 01 Januari 2013

"Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan" (Tulisan ke-6)

Sumber :
http://www.gudangmateri.com/2010/04/masyarakat-desa-dan-masyarakat-kota.html




http://13pbr.blogspot.com/2012/06/perbedaan-masyarakat-kota-dengan_13.html


 

1. Masyarakat Perkotaan, Aspek-Aspek Positif   dan Negatif
Pengertian Masyarakat

            Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.

Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
       Selain pengertian di atas ada pula pengertian masyarakat menurut beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai definisi masyarakat. Diantaranya sebagai berikut :
   
PETER L. BERGER
Definisi masyarakat adalah suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya. Keseluruhan yang kompleks sendiri berarti bahwa keseluruhan itu terdiri atas bagian-bagian yang membentuk suatu kesatuan.

MARX
Masyarakat ialah keseluruhan hubungan - hubungan ekonomis, baik produksi maupun konsumsi, yang berasal dari kekuatan-kekuatan produksi ekonomis, yakni teknik dan karya.

GILLIn & GILLIN
Masyarakat adalah kelompok manusia yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan.

HAROLD J. LASKI
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerjasama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama.

ROBERT MACIVER
Masyarakat adalah suatu sistim hubungan-hubungan yang ditertibkan (society means a system of ordered relations).

SELO SOEMARDJAN
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
 
HORTON & HUNT
Masyarakat adalah suatu organisasi manusai yang saling berhubungan.
 
MANSUR FAKIH
 Masyarakat adalah sesuah sistem yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berkaitan dan masing-masing bagian secara terus menerus mencari keseimbangan  (equilibrium) dan harmoni.


Syaikh Taqyuddin An-Nabhani
Sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

      Dari sekian banyak pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah kesatuan dua orang atau lebih dalam suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu.

Syarat-Syarat Menjadi Masyarakat



      Untuk dapat disebut sebagai anggota masyarakat, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Beberapa syarat tersebut diantaranya adalah harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang. Syarat yang kedua adalah telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu. Dan yang terakhir adalah adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.  

Pengertian Masyarakat Perkotaan

      Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Masyarakat perkotaan menurut pendapat saya adalah sekelompok orang atau komunitas yang tinggal dan menetap di wilayah perkotaan. Perkotaan  atau kota sendiri memiliki arti sebagai kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. 
      Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

Tipe Masyarakat

      Dipandang dari cara terbentuknya, masyarakat dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu masyarakat paksaan dan masyarakat merdeka. Masyarakat paksaan, misalnya Negara, masyarakat tawanan, dan lain-lain. Sedangkan masyarakat merdeka, terbagi lagi dalam dua kategori yaitu masyarakat nature, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendirinya, seperti gerombolan, suku, yagn bertalian dengan hubungan darah atau keturunan. Dan yang kedua masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja dan sebagainya.

Ciri-ciri masyarakat kota

      Masyarakat kota memiliki ciri yang menonjol diantaraya sebagai berikut :


  • Orang yang berada di perkotaan cenderung memiliki kehidupan mewah dan berkecukupan, sedangkan di desa lebih terlihat sederhana dan apa adanya, bahkan ada sebagian diantaranya yg kekurangan
  • Kehidupan keagamaan berkurang bila  dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
  • orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu
  • Pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
  • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
  • Interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi
  • Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
  • Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
Perbedaan Desa dan Kota


      Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan-perbedaan yang ada mudah-mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan. Ciri-ciri tersebut antara lain : jumlah dan kepadatan penduduk, lingkungan hidup, mata pencaharian, corak kehidupan sosial, stratifikasi sosial, mobilitas .sosial, pola interaksi sosial, solidaritas sosial, dan kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.
2. Hubungan Desa dan Kota
      Hubungan antara desa dengan kota memiliki sifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan antara yang satu dengan lainnya.
      Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur, daging, ikan, da lain sebagainya. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota. Misalnya saja buruh bangunan perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan. Mereka biasanya adalah pekerja-pekerja musiman.  
      Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatn untuk memelihara kesehatan dan transportasi. 
      Dalam kenyataannya hal ideal tersebut kadang-kadang tidak terwujud karena adanya beberapa pembatas. Jumlah penduduk semakin meningkat, tidak terkecuali di pedesaan. Padahal luas lahan pertanian dan tanah sulit bertambah, terutama didaerah yang seudah lama berkembang seperti pulau jawa.
      Peningkatan jumlah penduduk tanpa diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja ini pada akhirnya berakibat bahwa di pedesaan terdapat banyak orang yangtidak mempunyai mata pencaharian tetap. Mereka merupakan pengangguran, baik sebagai pengangguran penuh maupun setengah penuh.
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial.

 

3. Aspek Positif dan Negatif

Aspek positif dan aspek negatif

Terdapat aspek positif dan negatif yang dapat ditimbulkan dari adanya masyarakat pedesaan dan perkotaan. Hal tersebut antara lain sebagai berikut :

     Aspek negatif dapat dilihat dengan bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian, terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern, penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton,didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan, kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb, sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan


     Aspek positif yang dapat terlihat diantaranya kota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan, pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat, kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya, kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah.

Lima unsur Lingkungan Perkotaan

Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :

1. Wisma : unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsur wisma ini menghadapkan:

  • Dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang
  • Memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan
2. Karya : unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsur ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.

3. Marga : unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.


4. Suka : unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian


5. Penyempurna : unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.


Fungsi External Kota

     Kota mempunyai peranan atau fungsi eksternal, Fungsinya yaitu seberapa jauh fungsi dan peranan kota tersebut dalam kerangka wilayah atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik dalam skala regional maupun nasional. Dengan pengertian ini diharapkan bahwa suatu pembangunan  kota tidak mengarah pada suatu organ tersendiri yang terpisah dengan daerah sekitarnya, karena keduanya saling pengaruh mempengaruhi.

4. Masyarakat Pedesaan

Pengertian Desa

      Desa menurut definisi universal, adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. 
             Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit pemukiman kecil yang disebut kampung {Banten, Jawa Barat} atau dusun {Yogyakarta} atau banjar (Bali) atau jorong (Sumatera Barat). Kepala Desa dapat disebut dengan nama lain misalnya Kepala Kampung atau Petinggi di Kalimantan Timur, Klèbun di Madura, Pambakal di Kalimantan Selatan, Hukum Tua di Sulawesi Utara.  

Ciri - Ciri Desa

     Sebuah desa memeiliki khas yang membedakannya dari daerah lain. Desa memiliki adat istiadat yang masih kental dirasakan di wilayah tersebut, sopan santun, tata krama sangat dijaga dalam sebuah desa. Berbeda dari wilayah kota yang sudah banyak terkontaminasi kebudayaan asing. 
      Di desa masih terdapat banyak lahan pertanian, perkebunan, dan lain sebagainya. unsur alami masih dapat dirasakan di desa. Udara yang sejuk karena banyak nya pepohonan, dan minimnya kendaraan yang lalu lalang setiap harinya. 
          Selain itu pemukiman penduduk di wilayah desa tidak sepadat di kota, bentuk rumah sederhana dan sebagian besar mempertahankan bentuk rumah adat di daerah tersebut. 
 
Ciri - Ciri Masyarakat Pedesaan

       Ciri khas yang memebedakan sebuah masyarakat dalam sebuah desa dari masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut :

1. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan

Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
4. Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya.


Macam - Macam Pekerjaan Gotong Royong

       Pekerjaan gotong royong yang terdapat dalam masyarakat antara lain sebagai berikut :
  • Pelaksanaan piket di kelas atau kegiatan kerja bakti  dilingkungan sekolah pada hari sabtu untuk membersihkan lingkungan sekolah. Setiap siswa memiliki tugas masing - masing yang telah diatur. sehingga tercipta lingkungan yang bersih. 
  • Tim evakuasi bencana, mereka bekerja sama menolong korban dan membersihkan lingkungan yang porak poranda akibat bencana.
  • dilingkungan rt/rw biasanya diadakan kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar seperti menyapu halaman, membersihkan parit, dan lain-lain.
Sifat dan Hakikat Masyarakat Pedesaan     
        Pada hakikatnya masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga atau anggota masyarakat yang sangat kuat.
      Seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat. 
Gejala Masyarakat Pedesaan 
      Gejala yang timbul dalam masyarakat pedesaan khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham. Sebenarnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan – ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial tersebut diantaranya :
  • konflik
  • kontraversi
  • kompetisi 
  •  kegiatan pada masyarakat pedesaan

Sistem Budaya Petani Indonesia
       Ada tiga sistem budaya petani Indonesia, antara lain sebagai berikut :
  • Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup
  • Mereka menganggap alam itu tidak menakutkan jika terjadi bencana
  • Dalam menghadapi alam mereka cukup bekerja sama.
Unsur -  Unsur Desa 
         Desa memiliki beberapa unsur pokok.  Unsur pokok yang pertama adalah daerah atau wilayah yang merupakan tempat tinggal dan tempat beraktivitas. Yang kedua adalah penduduk adalah terkait dengan kualitas dan kuantitas.Dan yang ketiga adalah tata kehidupan atau aturan – aturan yang berhubung langsung dengan keadan masyarakat dan adat istiadat setempat.
Fungsi Desa
Beberapa fungsi desa yang sering kita rasakan adalah sebagai berikut :

  • Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
  • Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan
  • Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota.
Perbedaan Antara Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
   Pada mulanya masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat pedesaan, dan pada akhirnya masyarakat pedesaan tersebut terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya.
Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suata permasalahan.

       Berbeda dengan karakteristik masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama dibanding kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut sebagai urban community.

Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:

1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.

2.  orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain

3. di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.

4. jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.

5. interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada   kepentingan umum.

Hal tersebutlah yang membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena itu, banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan, sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.

       Karakteristik umum masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa di jawa. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan informasi, sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku. Berikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum.

  1. Sederhana
  2.  Mudah curiga
  3. Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
  4. Mempunyai sifat kekeluargaan
  5. Lugas atau berbicara apa adanya
  6. Tertutup dalam hal keuangan mereka
  7. Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
  8. Menghargai orang lain
  9. Demokratis dan religius
  10. Jika berjanji, akan selalu diingat
Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.
Sumber :
http://www.gudangmateri.com/2010/04/masyarakat-desa-dan-masyarakat-kota.html
Nama : Nurul Dini Indriyani
Npm   : 15112529
Kelas : 1KA27 

 



 

 

 


 

ads

Ditulis Oleh : Nurul Dini Indriyani Hari: Selasa, Januari 01, 2013 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar