بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
nuruldiniindriyani.blogspot.co.id. Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 24 April 2014

Tugas TOU2 Minggu2


Pengambilan keputusan yang paling berat dalam hidup



Pada postingan saya kali ini, saya akan menceritan keputusan paling berat yang terjadi dalam hidup saya. Postingan ini saya buat dalam rangka menyelesaikan tugas mata kuliah Teori Organisasi umum 2#.

Yang dimaksud dengan keputusan sendiri adalah suatu reaksi terhadap beberapa solusi alternatif yang dilakukan secara sadar dengan cara menganalisa kemungkinan - kemungkinan dari alternatif tersebut bersama konsekuensinya.Setiap keputusan akan membuat pilihan terakhir, dapat berupa tindakan atau opini. Itu semua bermula ketika kita perlu untuk melakukan sesuatu tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Untuk itu keputusan dapat dirasakan rasional atau irrasional dan dapat berdasarkan asumsi kuat atau asumsi lemah. keputusan adalah suatu ketetapan yang diambil oleh organ yang berwenang berdasarkan kewenangan yang ada padanya. Selama hampir 20 tahun saya hidup di dunia ini, sudah banyak keputusan yang harus diambil untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Namun, terdapat satu keputusan yang saya rasa paling berat, yang paling sulit diambil, dan yang membuat saya cukup bingung untuk menentukan keputusan yang harus saya ambil.

Kira-kira sekitar 2 tahun yang lalu, ketika saya harus menentukan pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Saat duduk dibangku kelas 3 SMA, dipikiran saya yang tersirat pada saat itu saya ingin melanjutkan studi di bidang pendidikan agar saya dapat menjadi guru. Tetapi pilihan itu tidak mendapat dukungan dari keluarga, mungkin karena banyaknya anggapan bahwa gaji seorang tenaga pengajar itu tidak terlalu besar dan untuk mencapai posisi guru tetap harus melalui perjuangan bertahun-tahun lamanya.

Awalnya, saat guru bimbingan konseling di sekolah saya waktu itu memperkirakan siswa/i yang dapat mengikuti SNMPTN Undangan, nama saya tercantum didalamnya. Saya pun sempat dipanggil untuk berkonsultasi dengan guru bimbingan konseling tersebut mengenai jurusan yang akan saya ambil.Pada saat itu, saya mengambil keputusan jika saya mendapat undangan tersebut saya akan memilih jurusan pendidikan biologi dan pedidikan kimia. Tetapi ternyata kuota yang didapat sekolah saya untuk mengikuti SNMPTN Undangan tersebut berkurang. Karena saya kurang giat untuk menaikan nilai yang saya dapatkan, akhirnya saya tidak mendapatkan kesempatan mengikuti SNMPTN Undangan tersebut.

Tetapi pada saat itu saya tidak menyerah, masih banyak jalan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sampai akhirnya dibuka pendaftaran untuk mengikuti PMDK di program diploma salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Bogor. Tetapi, disana tidak ada jurusan kependidikan. Saya sempat bingung dengan jurusan yang harus saya ambil, teman-teman saya yang lain banyak yang memilih jurusan pertanian, argo bisnis, dan peternakan. Tetapi, minat saya bukan disitu sehingga saya tidak mengikuti pilihan teman-teman saya. Disisi lain, ini kesempatan emas yang dapat saya ikuti agar dapat melanjutkan pendidikan di PTN, sehingga kesempatan ini tidak boleh saya lewatkan. Akhirnya setelah melalui berbagai pertimbangan saya memilih jurusan Teknik lingkungan. saya sempat pesimis, karena peminat di jurusan ini cukup banyak, pada saat itu saya berkata kepada diri saya apabila saya diterima, saya tidak akan menyianyiakan kesempatan tersebut.

Hari demi hari berlalu, sampai akhirnya datang pengumuman siswa yang lulus dari seleksi yang saya ikuti. Dari banyaknya siswa yang mendaftar, beberapa saja yang lulus. Kebanggaan tersendiri bagi saya dapat lulus dari seleksi tersebut dan mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Tetapi pada saat itu, kesempatan ini hanya saya jadikan cadangan ketika saya tidak lulus SNMPTN Tertulis yang akan saya ikuti.

Tidak lama selang pengumuman tersebut, datang sebuah surat undangan beasiswa di Universitas Gunadarma. Akhirnya, saya datang di hari dan tanggal yang dijadwalkan. Pada hari itu saya diminta memilih jurusan yang saya inginkan. Jujur saja saya tidak pernah memikirkan akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi ini, namun karena oleh orang tua saya menyuruh saya untuk datang pada hari yang telah dijadwalkan oleh Universitas Gunadarma, akhirnya saya datang bermodalkan pengetahuan saya mengenai Univeritas yang terkenal memiliki jurusan IT yang bagus. Akhirnya saya memilih jurusan S1-Sistem Informasi di fakultas ilmu komputer Universitas Gunadarma.

Akhirnya, saya memiliki 2 pilihan apabila tidak lulus dalam SNMPTN Tertulis. S1 Sistem Informasi Universitas Gundarma atau D3 Teknik Lingkungan IPB..? tetapi keinginan saya masih tinggi untuk mengikuti SNMPTN Tertulis untuk memperjuangkan jenjang S1 di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Ternyata, perkuliahan di fakultas Diploma IPB lebih dahulu dilakukan dibandingkan pengumuman SNMPTN Tertulis. Saya bingung apa yang harus saya ambil, konsekuensi yang harus saya ambil ketika melepaskan kesempatan untuk kuliah di program diploma IPB adalah ketika saya tidak lulus di SNMPTN Tertulis, maka kesempatan saya untuk berkuliah di PTN hilang.
Disisi lain orang tua saya mendukung saya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Gunadarma, karena biaya pendidikan yang dikeluarkan antara mengambil S1 Sistem Informasi Universitas Gundarma dan D3 Teknik Lingkungan IPB sama. Dan keduanya memiliki prestasi yang membanggakan, menjadikan keduanya pilihan yang sangat sulit saya putuskan.

Sampai akhirnya orang tua saya berkata “Udah, masuk di Universitas Gundarma aja, itu juga bagus ko ..” kata itu selalu terngiang di telinga saya hingga saat ini. Mungkin ridho dan restu orang tua saya berada di sini. Akhirnya saya dengan berat hati merelakan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di IPB.

Mungkin memang rezeki saya ada Universitas Gunadarma, SNMPTN Tertulis yang saya ikuti pun tidak membuahkan hasil. Demikianlah keputusan sulit yang sulit harus saya tentukan untuk menentukan masa depan saya. Alasan lain ini adalah keputusan tersulit yang harus saya pilih adalah karena saya pada saat itu tidak memiliki ketertarikan di bidang komputer, tidak memiliki skill di bidang komputer, dan saya tidak pernah bercita-cita masuk di jurusan ilmu komputer.

Tetapi, ini adalah keputusan yang sudah saya ambil. Sehingga saya harus bisa menghadapi ini semua dengan harapan ini adalah takdir yang terbaik yang ALLAH SWT berikan kepada saya untuk kelangsungan masa depan saya.

Sekian postingan saya mengenai keputusan terberat  yang terjadi dalam hidup saya, apabila terdapat kesalahan kata atau penulisan dalam postingan saya kali ini mohon dimaafkan. Semoga postingan ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi penulis pada umumnya.

Wassalamualaikum wr wb. 
(^_^)



ads

0 komentar:

Poskan Komentar