بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
nuruldiniindriyani.blogspot.co.id. Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 11 Juni 2014

Tugas TOU2 Minggu 4

Perpustakaan Virtual Kereta Api Bawah Tanah


Era digital mampu memunculkan kreativitas untuk semakin menyosialisasikan hal yang bersifat edukasi. Ini dapat dilihat dari hal yang dilakukan mahasiswa periklahan di Ad School Miami. Dikutip Liputan6 dari Dezeen, penggagas ide perpustakaan virtual ini adalah Max Pilwat, Keri Tan dan Ferdi Rodriguez. Keri Tan dan Max Pilwat menjadi art director, sementara Ferdi Rodriguez menjadi copywriter. Mereka bekerja sama membuat konsep perpustakaan modern inovatif yang memungkinkan setiap penumpang kereta api bawah tanah untuk membaca sepuluh halaman pertama dari buku-buku populer mereka dalam perjalanan berangkat-pulang kerja.
Perpustakaan kereta api bawah tanah ini didesain menyatu dengan gerbong kereta api. Tidak banyak buku di sana. Pasalnya, tiga mahasiswa yang mejadi inovator perpustakaan tersebut hanya menempel layar buku bak sebuah rak buku. Layar LCD yang menampilkan rak buku berserta buku-bukunya dibuat dengan desain futuristik. Penumpang hanya diminta untuk menempel gadget atau smartphone ke poster rak buku virtual lalu mendapatkan 10 halaman pertama dari buku yang dipilih. Penumpang dapat membaca buku melalui gadgetnya secara gratis setelah memilih buku yang dipilihnya dari layar.
Para komuter setiap hari pulang-pergi dari rumah menuju kota, waktu-waktu mereka termakan oleh perjalanan sehingga sangat sulit menambah ilmu. Perpustakaan ini sangat efektif dan efisien bagi para komuter untuk menghemat waktu dan energi. Bahkan menurut survei, jumlah total anggota perpustakaan di setiap kota saat ini mengalami penurunan. Perpustakaan modern ini dapat menumbuhkan antusias para komuter untuk menjadi anggota sebuah perpustakaan terdekat.
Mereka menggunakan teknologi field communications (NFC) untuk memberikan pilihan pada para komuter untuk memilih buku yang diinginkan dari daftar judul populer. NFC adalah, nirkabel non-kontak sistem yang menggunakan frekuensi radio medan elektromagnetik untuk mentransfer data antara dua perangkat diadakan sentimeter terpisah. Setelah mereka membaca sepuluh halaman pertama maka mereka akan diberitahu tentang lokasi perpustakaan terdekat dimana mereka dapat mengambil dan membaca sisanya buku tersebut ketika turun dari kereta api.
Perpustakaan kereta api bawah tanah adalah ide yang sederhana namun inotif dan kreatif yang dapat direlalisasikan dengan mudah. Dengan adanya perpustakaan seperti ini dapat mendorong semangat membaca di dunia modern, ketika teknologi baru mengubah cara kita memperoleh informasi dari buku.
Di Indonesia sendiri kerta api dengan fasilitas perpustakaan virtual seperti diatas belum ada. Namun, pada tahun 2011 lalu PT Kereta Api Indonesia meluncurkan kereta pustaka. Peluncuran ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan peninggalan budaya perkeretaapian Indonesia. Di dalam kereta ini, terdapat berbagai dokumentasi sejarah perkeretaapian Indonesia yang dapat dijadikan sebagai sarana edukasi perkeretaapian.  kereta ini adalah hasil modifikasi gerbong barang B 80101 yang sudah beroperasi sejak tahun 1980, menjadi kereta perpustakaan pertama di Indonesia.

Bila berada dalam kereta ini, penumpang dapat membaca buku secara lesehan. Untuk menambah kenyamanan, dilengkapi juga dengan sebuah televisi 32 inch. Sementara ini,  PT Kereta Api Indonesia baru memiliki satu kereta pustaka. Namun, ke depannya akan dibuat empat kereta pustaka lagi. Kereta ini nantinya akan menjadi rangkaian kereta luar kota. Hanya, saja belum ditentukan gerbong ini akan menyatu dengan kereta jurusan apa.
Proses pengerjaan kereta dilakukan sejak 22 Juni 2011 lalu.  Proses pengerjaan kereta dimulai dengan desain gambar lima stasiun cagar budaya yang berada di DKI Jakarta, yaitu Stasiun Tanjungpriok, Jakarta Kota, Manggarai, Pasar Senen, dan Stasiun Jatinegara. Kereta didesain dengan gambar bangunan cagar budaya Lawang Sewu, Kantor SCS Tegal, Stasiun Kediri, Stasiun Cilacap, dan Stasiun Cirebon. Semoga saja kelak indonesia memiliki kereta api dengan fasilitas perpustakaan virtual seperti diatas.

Sumber :


ads

Ditulis Oleh : Nurul Dini Indriyani Hari: Rabu, Juni 11, 2014 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar