بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
nuruldiniindriyani.blogspot.co.id. Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 27 Mei 2013

Manusia dan Keindahan

Assalamualaikum Wr. Wb


Bismillahirrahmanirrahim..

Dalam tulisan pada kesempatan ini, saya akan membahas tentang Manusia dan Keindahan. Terdapat beberapa pokok bahasan yang akan diuraikan dalam tugas penulisan yang berkaitan dengan pokok bahasan Manusia dan Keindahan ini. Diantaranya Keindahan, Renungan, dan Keserasian. 

Dalam pokok bahasan Keindahan, disini saya akan menjelaskan mengenai pengertian keindahan, perbedaan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah, memberikan contoh keindahan secara luas, menjelaskan tentang nilai estetik, membedakan nilai ekstrinsik dan intrinsik, serta penjelasan tentang pengertian kontemplasi dan ekstansi. Kemudian dalam pokok bahasan kedua mengenai Renungan, dalam tulisan ini saya akan menyebutkan teori-teori dalam renungan. Dan yang terakhir dalam pokok bahasan ketiga yaitu Keserasian, saya akan menguraikan tentang teori-teori dalam keserasian. Untuk lebih jelasnya, langsung saja kita mulai pada pokok bahasan yang pertama, yaitu keindahan. 

“ Keindahan ”, bukankah kita sering mendengar dan mengucapkan kata tersebut? Namun apabila kita diminta untuk menjelaskannya banyak diantara kita yang bingung dengan makna dan arti dari keindahan itu sendiri. Oleh karena itu, disini saya akan menjelaskan mengenai pengertian kaindahan terlebih dahulu sebelum membahas bahasan yang lebih dalam mengenai keindahan. Terdapat beberapa definisi atau pengertian dari Keindahan yang saya ambil dari beberapa sumber di internet, diantaranya sebagai berikut :
  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya.
  • Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan " adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios,  kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti "jam." Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan "berada di jam (waktu) yang sepatutnya."

  • Laurence M. gould mengutip pendapatnya coleritge dalam wukmir dan gopinatha (1981;43) sebagai berikut :

‘’keindahan adalah kesatuan dan keanekaan’’.

         Maksud kalimat diatas adalah : Jika melihat adalah kasatuan, maka artinya adalah   pengamatan, perasaan, pemikiran, dan penginderaan pandangan serta sasaran tujuan, kepada obyek yang dikatakan indah. Selanjutnya keanekaan keindahan, mungkin juga yang dimaksud adalah berbagai macam bentuk keindahan yang tercakup di dalam sejumlah obyek yang dikatakan indah.

  • Menurut Leo Tosloy, pujangga Rusia : Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa sedang bagi yang melihatnya.
  • Humo, pujangga Inggris juga menyampaikan pendapatnya mengenai keindahan yaitu : Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa senang.
  • Selanjutnya menurut pendapat dari Hemsterhuis, pujangga Belanda : Keindahan adalah sesuatu yang paling banyak mendatangkan rasa senang (Hemsterhuis, pujangga Belanda).
  • Keindahan adalah susunan yang teratur dari bagian yang erat antara satu dengan lainnya (Baumgarten, pujangga Jerman).
  • Keindahan adalah sesuatu yang memiliki proporsi yang harmonis (Shaftesbury, pujangga Jerman).
  • Keindahan adalah keserasian obyek dengan tujuannya (Emmanuel Kant).
  • Keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, cantik, atau elok. Indah sama dengan “beauty” (bahasa Inggris), “Beau” (bahasa Perancis) atau “Bello” (bahasa Italia). Keindahan dapat diartikan secara artistik, terbatas, dan luas.

            Demikianlah definisi mengenai keindahan yang saya temukan dari berbagai sumber. Menurut pendapat saya sendiri keindahan merupakan sesuatu yang enak dilihat, memberikan ketentraman dan kekaguman dalam hati ketika kita melihatnya, serta memiliki nilai estetika didalamnya. 

            Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang perbedaan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Keindahan sebagai suatu kualitas yang abstrak merupakan wujud keindahan yang tidak dapat kita sentuh namun dapat kita rasakan. Misalnya saja sebuah desa yang memiliki lingkungan yang bersih, asri, tidak ada sampah yang berserakan disekelilingnya, serta memiliki masyarakat yang damai, aman, dan tentram. Hal demikian itu menurut saya merupakan suatu keindahan sebagai kualitas abstrak yang indah. Dikarenakan keindahan tersebut dapat kita rasakan, namun tidak berbentuk benda nyata yang dapat kita sentuh.

            Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda merupakan wujud keindahan dalam bentuk benda yang dapat kita sentuh dan bukan merupakan  suatu hal yang abstrak namun sesuatu yang nyata. Contohnya yaitu sebuah patung yang indah. Keindahan dalam patung tersebut merupakan dalam wujud sebuah benda nyata yang dapat kita sentuh dan dapat pula kita rasakan keindahan dari patung tersebut, sehingga memberikan rasa indah bagi orang yang melihatnya.

            Contoh keindahan secara luas merupakan keindahan yang mencakup beberapa aspek keindahan yaitu keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, serta keindahan intelektual. Keindahan alam merupakan keindahan yang terdapat pada alam sekitar kita. Misalnya pegunungan dan lautan. Kedua hal tersebut merupakan contoh keindahan alam, dikarenakan keindahan tersebut bersumber dari alam. 

           
         Selanjutnya ada keindahan seni. Keindahan seni merupakan keindahan yang bersumber dari karya cipta manusia yang dibuat dengan seni sehingga menghasilkan sebuah benda yang indah. Contohnya adalah sebuah lukisan dan sebuah patung yang merupakan karya seni manusia dan dapat dinikmati keindahannya oleh orang yang melihatnya.

            Yang ketiga ada keindahan moral, yaitu keindahan yang bersumber dari sebuah moral yang dapat berwujud sebagai sebuah tingkah laku ataupun norma yang ada di masyarakat sehingga dapat menghasilkan keindahan yang dapat dirasakan. Contohnya adalah sebuah masyarakat yang hidup akur, saling tolong - menolong, dan hidup rukun tanpa pertentangan. Hal tersebut dapat dilihat indah oleh orang yang melihatnya sehingga dapat dikategorikan sebagai keindahan.

            Yang terakhir adalah keindahan intelektual, yaitu keindahan yang bersumber dari akal pikiran manusia sehingga menghasilkan sebuah keindahan bagi orang yang merasakannya.

            Setelah kita bahas mengenai contoh keindahan dalam arti luas, selanjutnya kita bahas mengenai nilai estetik. Nilai estetik merupakan suatu nilai keindahan yang biasanya ditujukan untuk sebuah karya seni, karena seni merupakan salah satu dunia yang selalu menghadirkan keindahan yang dapat kita rasakan setiap kali kita melihatnya.

         Pada seni Nilai Estetik sangat di butuhkan agar para seniman dapat menyajikan keindahan ketika mereka menampilkan dan menyajikan kepada para penonton dan dapat juga di gunakan untuk menentukan layak atau tidak nya suatu seni untuk di pertontonkan kepada public.

                Sebagai contoh banyak diantara bidang seni atau kesenian yang erat kaitannya dengan nilai estetik, misalnya pada seni lukis. Pada bidang seni lukis dibutuhkan nilai estetik agar keindahan dari lukisan tersebut dapat dilihat dan dirasakan oleh orang yang melihatnya dan di bidang musik sangat di butuhkan keindahan agar keindahan dari musik yang di mainkan dapat didengar oleh para pendengar musik, ketika musik dimainkan barulah musik itu di nilai dan memiliki nilai Estetik.

            Selain nilai etetik, ada pula yang disebut nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik. Nilai Ekstrinsik dan Intrinsik dapat kita jumpai pada pembahasan suatu karya seni di bidang Sastra dan berhubungan dengan keindahan. Nilai-nilai ini harus kita ketahui agar kita dapat mengetahui keindahan dari suatu karya seni dan bisa juga di gunakan sebagai alat untuk mengenali seperti apa karya seni yang sedang kita bahas.

                Nilai Intrinsik adalah nilai yang berasal dari dalam karya seni itu ssendiri ,sedangkan nilai Ekstrinsik adalah suatu nilai berasal dari luar karya seni tersebut. Biasanya pada bidang sastra nilai intrinsik dan ekstrinsik di gunakan sebagai sebuah unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

            Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya , yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Contohnya antara lain : puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik

            Sedangkan intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya adalah pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik . 

         Nilai keindahan instrinsik merupakan nilai bentuk seni yang dapat diindera dengan mata, telinga atau keduanya. Nilai ini kadang juga disebut nilai struktur yaitu bagaimana cara menyusun nilai-nilai ekstrinsiknya atau bahannya berupa rangkaian peristiwa. Semuanya disusun begitu rupa sehingga menjadi sebuah bentuk yang berstruktur dan dinamai nilai instrinsik.

            Selanjutnya kita bahas mengenai kontemplasi dan ekstansi. Apa itu kontemplasi? Pasti diantara kita banyak yang belum mengetahui istilah ini. Kontemplasi merupakan dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Ada pula yang disebut dengan Ekstansi. Ekstansi yaitu dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.

            Kontemplasi merupakan faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.

            Dengan demikian, selesailah pokok bahasan kita yang pertama. Sekarang kita lanjutkan ke dalam pokok bahasan kedua mengenai Renungan, dalam tulisan ini saya akan menyebutkan teori-teori dalam renungan. 

Renungan berasal dari kata renung, yang artinya diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Terdapat beberapa teori tentang renungan. Diantaranya adalah sebagai berikut :

1.     Teori Pengungkapan
” Arts are in expression of human feeling ”
( seni adalah merupakan ungkapan dari perasaan manusia )

          Dikemukakan oleh filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris ” Aesthetic as Science of Expression and General Lingusitic “. Beliau menyatakan bahwa ” art is expression of impressions ” (seni adalah ungkapan dari kesan-kesan).  Expression sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images).

2.     Teori Metafisik
             
     Teori metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita ilahi. Pada tahap yang lebih rendah terdapat realita duniawi yang merupakan cerminan semu yang mirip realita ilahi itu.
            
      Dalam zaman modern suatu teori seni lainnya yang bercorak metafisis dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer (1788-1860). Menurut beliau seni adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita. Dengan melalui perenungan semacam ini lahirlah karya seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda sekelilingnya dan sampai pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.

3.     Teori Psikologis
      Dikemukakan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. 

     Seni semacam permainan yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Bagi Spencer, permainan itu berperan untuk mencegah kemampuan-kemampuan mental manusia menganggur dan kemudian menciut karena disia-siakan. 

    Teori lain yang dapat dimasukkan ke dalam teori psikologis adalah teori penandaan (signification theory) yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia.

            Setelah pokok bahasan kedua tentang renungan kita bahas. Selanjutnya pokok bahasan yang terakhir Dan yang terakhir yaitu Keserasian. Adapun teori-teori dalam keserasian, antara lain sebagai berikut :
1.      Teori Objectif 
            Teori ini menyatakan keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori objectif adalah Plato, Hegel.

2.      Teori Subjectif 
            Teori ini menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry.

3.      Teori Perimbangan
                 Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, pelimpahan dan pengungkapan perasaan.

            Dengan dibahasnya tiga pokok bahasan diatas, maka selesailah tulisan saya mengenai manusia dan keindahan ini. Kesimpulan yang saya ambil  mengenai manusia dan keindahan yaitu bahwa hubungan antara manusia dan keindahan merupakan sebuah keterkaitan dimana seorang manusia dapat merasakan keindahan dan keindahan dapat dibuat oleh manusia. Apabila terdapat kekurangan dan salah-salah kata dalam penulisan saya diatas, mohon dimaafkan. Semoga tulisan diatas dapat berguna bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya.  Sekian dan terimakasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tulisan diatas dikutip dari beberapa sumber dibawah ini :


Nugroho, Widyo & Muchi, Achmad; Ilmu Budaya Dasar; Universitas Gunadarma.          Jakarta.1994.







ads

Ditulis Oleh : Nurul Dini Indriyani Hari: Senin, Mei 27, 2013 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar